Penampilan menawan, timnas indonesia u 16 layak bermain di eropa

Pemain Tim Nasional Indonesia U-16, Mochammad Supriadi, saat mempertahankan bola dalam laga Piala AFF U-16 2018 kontra Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/8).| ANTARA/Zabur Karuru

 

Gameku.net – Penampilan yang sangat menawan Timnas Indonesia di penyisihan grup A Piala AFF U-16 2018 adalah tim ini memiliki karakter yang tidak berbeda dengan seniornya di Timnas U-19 dan Timnas U-23 yang sebentar lagi akan berlaga di Asian Games.

Dengan mencetak 16 gol dan kebobolan tiga, kemiripan pasukan fakhri husaini dengan pasukan Indra Sjafri dan Luis Milla adalah penguasaan bola. Ketiga tim ini cenderung memainkan sepakbola menyerang dengan memegang sebanyak mungkin bola.

Di empat laga menghadapi Filipina, Myanmar, Vietnam, dan timor leste, Garuda Muda – julukan Timnas U-16 – mencatatkan penguasaan bola sebesar 73 persen, 61 persen,  57 persen  58 persen. Jika dirata
-ratakan, maka Indonesia sekurang-kurangnya mendapatkan bola sebanyak 63,66 persen.

Sekadar mencari pembanding, pada Piala Dunia 2014 di Brasil, dengan intensitas dan kualitas sepakbola tertinggi, rata-rata penguasaan bola sepanjang turnamen tidak sampai melewati angka 60 persen.

Berdasarkan riset International Journal Science Culture and Sport, juara dunia Jerman tercatat sebagai tim dengan penguasaan bola terbesar pada angka 56,71 persen, diikuti Argentina dengan 54,56 persen, Brasil dengan 53,12 persen, dan Belanda mencatatkan 50,32 persen.

Namun, penguasaan bola tersebut harus pula dibuktikan dengan akurasi dan kesuksesan menyampaikan umpan. Untuk angka ini, Timnas U-16 tidak jauh berada di bawah empat tim terbaik di Piala Dunia 2014.

Di tiga laga pembuka AFF 2018, Timnas U-16 mencatatkan 82 persen umpan sukses versus Filipina, 73 persen kontra Myanmar, dan 69 persen menghadapi Vietnam. Jika dirata-ratakan, mereka mencatatkan 74,66 persen umpan sukses.

Jumlah itu berselisih 0,13 persen dari Brasil di Piala Dunia 2014. Sementara Jerman yang keluar sebagai juara, mendapatkan 81,90 persen umpan sukses.

Jika tim Piala Dunia masih terlalu jauh untuk dijadikan perbandingan dengan tim U-16, mari melihat ke statistik laga final Piala Dunia U-17 2017 antara Inggris dan Spanyol di Kalkuta, India, Oktober tahun lalu.

Untuk urusan penguasaan bola, Indonesia masih unggul. Pasalnya, Inggris, yang keluar sebagai pemenang dalam laga yang berakhir melalui adu penalti itu hanya menguasai 52 persen bola berbanding 48 persen yang dimiliki Spanyol.

Atau, dari segi yang lain, mari melihat catatan Piala Eropa U-17 antara Italia dan Belanda, di Rotherham, Inggris, 21 Mei silam.

Dalam laga yang dimenangi Belanda dengan adu penalti (1-4) itu, total tembakan yang dilepaskan Italia adalah empat bidikan sukses dan tujuh melenceng. Sementara itu, sang juara mencatatkan sembilan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran dan sisanya melenceng.

Sementara itu, dalam waktu 80 menit, Indonesia mencatatkan total sebelas tembakan dalam laga menghadapi Vietnam. Tujuh di antaranya mengarah ke gawang lawan. Tidak berbeda dengan Italia dan bahkan lebih dari Belanda.

Catatan ini menunjukkan kepada pencinta sepakbola Indonesia bahwa tim junior punya harapan untuk bisa bersaing di level yang lebih berat. Hanya saja, tantangannya adalah membawa potensi itu ke wilayah maksimalnya saat mereka bermain di timnas senior.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *